Pjanic Gagal Paham dengan Perlakuan Roma ke Totti-De Rossi

Pjanic Gagal Paham dengan Perlakuan Roma ke Totti-De Rossi

3812ddba-36b0-473e-b739-6b1634a4e93a_169

List Bandar Judi Bola Online Terpercaya – Miralem Pjanic mengulas kepergian Francesco Totti serta Daniele De Rossi dari AS Roma. Gelandang Juventus itu tidak dapat mengerti langkah Roma memperlakukan kedua-duanya.

Mendekati 2019/2020, Roma kehilangan Totti serta De Rossi sekaligus juga. Totti menempatkan jabatannya jadi direktur club, sesaat De Rossi tidak diperpanjang kontraknya sesudah 18 tahun bersamanya.

Kepergian Totti bahkan juga diwarnai berita tidak mengenakkan. Bekas kapten Roma itu mengundurkan diri sekalian melemparkan kritikan pedas ke pemilik club, James Pallotta.

Selain itu, De Rossi ‘terbuang’ sesudah kontraknya yang habis di Roma tidak diperpanjang. Gelandang berumur 36 tahun itu sekarang merumput di Argentina bersama dengan Boca Juniors.

Pjanic juga tidak pahami mengapa Roma memperlakukan dua simbolnya semacam itu.

“Saya tidak dapat menerangkan bagaimana mereka memperlakukan De Rossi serta Totti semacam itu. Saya bicara ke mereka serta mereka kesusahan menerangkan fakta di belakangnya,” tutur Pjanic pada Vanity Fair seperti dikutip Football Italia.

Baca juga : Maaf Roma dan Monaco, Icardi Cuma Mau Gabung Juventus

“Totti ingin keluar dari kondisi yang tidak bagus buatnya, sebab ia tidak pas lewat cara club digerakkan, tidak senang dengan peranan yang diberi serta meyakini sebetulnya ia dapat memberikan lebih banyak. Tetapi saya ketahui ia terluka,” lanjut pemain yang sudah pernah menguatkan Roma pada 2011-2016 itu.

“Apa yang mereka kerjakan ke De Rossi ialah satu misteri. Saat Anda lihat beberapa pemain paling baik tinggalkan Roma, dari tahun ke tahun, Anda harus mulai bertanya beberapa pertanyaan ke diri kita. Serta selanjutnya, Anda muak.”

Pjanic bicara masalah bekas rekanan segrupnya di Roma yang lain, Radja Nainggolan. Nainggolan sekarang kembali pada Cagliari sesudah setahun di Inter Milan.

“Saya bersimpati pada Nainggolan, sebab saya ketahui ia orang baik serta pemain hebat. Setiap saat ia membuat kekeliruan, serta begitu terang-terangan. Ia semestinya lebih pintar serta arif,” sebut Pjanic.

“Semua hidup serta profesinya memang semacam itu, jadi mungkin demikianlah ia keluarkan yang paling baik dari dianya. Saya berharap ia dapat selekasnya bangun dari peristiwa susah ini,” tuturnya.